Jumat, 16 November 2012

PKN : demokrasi pancasila dan demokrasi pada masa RIS


KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb.
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat ALLAH SWT. Karena atas rahmat, berkat dan bimbingan-Nya lah kami dapat menyusun makalah PKn tentang Pelaksanaan Demokrasi pada Periode 1949-1950 (RIS).
Makalah ini merupakan bahan pendukung bagi para siswa khususnya penulis dalam proses pembelajaran. Tujuan dari pembuatan makalah ini ialah sebagai referensi dalam pembelajaran PKn yang dibawakan oleh Bapak SALMAN. Spd dan sebagai penyelesain untuk memenuhi salah satu tugas PKn yang beliau berikan.

Kamis, 15 November 2012

BIOLOGI SEL

Teori sel

Beberapa ilmuwan pada abad ke-18 dan awal abad ke-19 telah berspekulasi atau mengamati bahwa tumbuhan dan hewan tersusun atas sel, namun hal tersebut masih diperdebatkan pada saat itu. Pada tahun 1838, ahli botani Jerman Matthias Jakob Schleiden menyatakan bahwa semua tumbuhan terdiri atas sel dan bahwa semua aspek fungsi tubuh tumbuhan pada dasarnya merupakan manifestasi aktivitas sel.[18] Ia juga menyatakan pentingnya nukleus (yang ditemukan Robert Brown pada tahun 1831) dalam fungsi dan pembentukan sel, namun ia salah mengira bahwa sel terbentuk dari nukleus. Pada tahun 1839, Theodor Schwann, yang setelah berdiskusi dengan Schleiden menyadari bahwa ia pernah mengamati nukleus sel hewan sebagaimana Schleiden mengamatinya pada tumbuhan, menyatakan bahwa semua bagian tubuh hewan juga tersusun atas sel. Menurutnya, prinsip universal pembentukan berbagai bagian tubuh semua organisme adalah pembentukan sel.
Yang kemudian memerinci teori sel sebagaimana yang dikenal dalam bentuk modern ialah Rudolf Virchow, seorang ilmuwan Jerman lainnya. Pada mulanya ia sependapat dengan Schleiden mengenai pembentukan sel. Namun, pengamatan mikroskopis atas berbagai proses patologis membuatnya menyimpulkan hal yang sama dengan yang telah disimpulkan oleh Robert Remak dari pengamatannya terhadap sel darah merah dan embrio, yaitu bahwa sel berasal dari sel lain melalui pembelahan sel. Pada tahun 1855, Virchow menerbitkan makalahnya yang memuat motonya yang terkenal, omnis cellula e cellula (semua sel berasal dari sel).